Yarabisa Yanuar

Dari BysaPedia, ensiklopedia rekan Yarabisa

Artikel ini tentang insinyur dan pengusaha teknologi Indonesia. Untuk perusahaan printer 3D yang ia pimpin, lihat Haltech 3D Indonesia.

Yarabisa Yanuar
Foto Yarabisa Yanuar
Yarabisa Yanuar, 2026
KebangsaanIndonesia
DomisiliYogyakarta
Almamater
  • Universitas Gadjah Mada (S.T., Ir.)
  • University College London (M.Sc.)
  • Universitas Islam Indonesia (sedang menempuh)
PekerjaanInsinyur, pengusaha teknologi, peneliti
Dikenal atasPrinter 3D TKDN pertama di Indonesia; pesawat amfibi N-1 Supersea; hilirisasi alat kesehatan gigi
JabatanDirektur, Haltech 3D Indonesia (2025–kini)
Direktur Engineering & Operasi, PT Solusi Teknologi Amayva (2021–kini)
Rekam jejak
Hibah26 hibah kompetitif (anggota tim), 2019–2026
HKI39 terdaftar: 5 paten, 30 desain industri, 4 hak cipta
Buku3
PenghargaanBest Paper, BioMIC 2025
Juara 2 & People's Choice, IDEATHON UII 2026
Situs webhaltech3d.id
linkedin.com/in/yarabisa

Ir. Yarabisa Yanuar, S.T., M.Sc. adalah insinyur, pengusaha teknologi, dan peneliti Indonesia di bidang manufaktur aditif dan manajemen teknologi. Ia merupakan salah satu pendiri dan direktur Haltech 3D Indonesia, perusahaan yang mengembangkan Haltech H-01, printer 3D pertama di Indonesia yang memperoleh sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).[1] Ia juga ikut mendirikan dan memimpin bidang engineering program pesawat amfibi N-1 Supersea.

Sejak 2019 ia terlibat dalam 26 hibah riset dan hilirisasi bersama Universitas Gadjah Mada yang menghasilkan 12 produk, antara lain alat kesehatan gigi LiveJet, MORVO, dan INOVIA. Ia tercatat pada 39 kekayaan intelektual terdaftar dan menulis tiga buku, termasuk 3D Printing untuk Indonesia (2026).[2] Ia turut menulis Peta Jalan Kecerdasan Artifisial Nasional pada 2025.

Pendidikan

Yanuar menempuh studi Teknik Mesin di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 2014–2019 dan lulus dengan predikat with honours. Tugas akhirnya membahas desain avionik dan uji terbang purwarupa rudal jelajah Pasopati, yang dipublikasikan pada konferensi ICAMIMIA 2019. Selama kuliah ia mengikuti program Leadership Development Fellowship Rumah Kepemimpinan (2016–2018) dan dinobatkan sebagai Best Awardee.

Pada 2022–2023 ia mengikuti Program Profesi Insinyur di UGM dan memperoleh gelar Insinyur (Ir.). Dengan Beasiswa LPDP Reguler Luar Negeri, ia meraih gelar MSc Technology Management dari University College London (2023–2024) dengan predikat Merit. Tesisnya mengkaji potensi kecerdasan artifisial dalam mendorong adopsi printer 3D. Di UCL ia menjabat Lead Academic Representative.

Sejak Maret 2026 ia menempuh Magister Teknik Industri jalur riset di Universitas Islam Indonesia, dengan konsentrasi Sistem Manufaktur dan Rantai Pasok. Tesisnya mengembangkan model keputusan make or buy untuk struktur sayap komposit pesawat N-1 Supersea.[butuh rujukan]

Karier

Haltech 3D Indonesia

Yanuar memulai karier di Centre for Additive Manufacturing and Systems (CAMS) UGM pada 2019 sebagai pelatih printer 3D dan asisten peneliti. Pada 2020 ia ikut mendirikan ACTA, yang berbadan hukum CV Acta Techno Inava pada 2021. Sekitar 2022 perusahaan ini mengambil alih sepenuhnya merek Haltech, dan sejak Januari 2025 ia menjabat direktur. Lini produk Haltech H-01 menjadi printer 3D pertama yang bersertifikat TKDN di Indonesia dan dipasarkan melalui e-katalog pengadaan pemerintah.[1]

N-1 Supersea

Pada 2021 Yanuar ikut mendirikan PT Solusi Teknologi Amayva dan menjabat Direktur Engineering dan Operasi untuk program N-1 Supersea, pesawat amfibi delapan kursi bermesin 400 HP dengan jangkauan rancangan 1.000 km. Ia memimpin tim engineering beranggotakan sebelas orang, dan program ini memperoleh pendanaan pra-awal sebesar Rp5 miliar dari investor malaikat.

Kebijakan publik

Pada 2025 ia menjadi kontributor inti dan penulis bagian Riset dan Inovasi Industri dalam Peta Jalan Kecerdasan Artifisial Nasional yang disusun Kementerian Komunikasi dan Digital. Ia juga menjadi pengurus komunitas praktisi Teknologi dan AI di lingkungan alumni LPDP.

Pengembangan produk

Sebagai anggota tim riset CAMS UGM dan Haltech, Yanuar terlibat dalam 26 hibah kompetitif dari kementerian, LPDP, dan UGM pada 2019–2026. Hanya satu produk yang sudah sampai pasar. Tiga alat kesehatan gigi, yaitu LiveJet, MORVO, dan INOVIA, berhenti di tahap purwarupa lanjut (TRL 7) karena belum menempuh uji keselamatan dan izin edar. Pengamatan ini menjadi dasar usulan riset doktoralnya.

ProdukBidangPeriode hibahStatus
Haltech H-01Printer 3D2022Di pasar, bersertifikat TKDN
3D Belt PrinterPrinter 3D2019–2020Paten diberikan 2024[6]
LiveJetAlat kesehatan gigi2019–2025TRL 7, menuju sertifikasi
MORVOAlat kesehatan gigi2019–2026Hilirisasi tahun ke-2
INOVIAVR dengan sensor GSR untuk kecemasan anak2024–2026Dorongan teknologi
AeroDentalAlat kesehatan gigi2020–2022Hilirisasi
Dento JAlat peraga kedokteran gigi2023–2024Hilirisasi
Simulator KanulasiSimulator medis2021Purwarupa[4]
Printer Cokelat 3DManufaktur pangan2020Paten diberikan

Pada awal pandemi COVID-19 tahun 2020, tim tempat ia bekerja mengalihkan sebagian dana hibah untuk memproduksi pelindung wajah dan sekat portabel bagi tenaga kesehatan. Penggunaan printer 3D untuk penanganan pandemi dibahas dalam buku 3D Printing for Pandemic Handling (2020), yang ia tulis bersama dan sunting.

Minat riset

Minat riset Yanuar berpusat pada hilirisasi produk universitas, khususnya mengapa alat kesehatan hasil riset kampus di negara berkembang berhenti sebelum mencapai pasar. Ia menyoroti desain instrumen hibah publik yang mendanai kenaikan tingkat kesiapan teknologi secara bertahap tetapi tidak mendanai sertifikasi, serta peran kebijakan sisi permintaan seperti TKDN dan e-katalog. Pada 2026 model diagnostiknya, Beyond TRL, meraih juara 2 dan People's Choice dalam IDEATHON Universitas Islam Indonesia. Ia sedang mempersiapkan studi doktoral di Institute for Manufacturing, University of Cambridge.[pembaruan dibutuhkan]

Karya tulis

Buku

Artikel terpilih

Kekayaan intelektual

Yanuar tercatat pada 39 kekayaan intelektual terdaftar di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual: 5 paten, 30 desain industri, dan 4 hak cipta. Dalam kekayaan intelektual tersebut ia tercatat sebagai salah satu inventor atau pendesain. Contohnya paten IDP000092444 untuk printer 3D berjenis belt dengan sumbu 35 derajat, yang diberikan pada 5 Maret 2024.[6]

Penghargaan

TahunPenghargaanPenyelenggara
2026Juara 2 dan People's Choice, kategori MagisterIDEATHON, Universitas Islam Indonesia
2025Best Paper AwardBioMIC 2025
2024Juara 1, Elevate Pitch DeckUCL Entrepreneurship
2022Beasiswa LPDP Reguler Luar NegeriLembaga Pengelola Dana Pendidikan
2018Best Awardee, Leadership Development FellowshipRumah Kepemimpinan
2016Juara 1 (tim), lomba desain teknik mesin nasionalBKSTM

Lihat pula

Referensi

  1. "Haltech 3D Indonesia". haltech3d.id. Diakses 28 Oktober 2026.
  2. "3D Printing untuk Indonesia". Google Play Books. Terbit 6 Oktober 2026.
  3. "Masjid: Episentrum Pengembangan IPTEK dalam Peradaban Islam". Adab Store. ISBN 978-634-276-677-4.
  4. Etami, H. V., dkk. (2022). Bioengineering, 9(8), 338. doi:10.3390/bioengineering9080338.
  5. Yanuar, Y. (2026). Proceedings of MIE 2025, 307–321. doi:10.2991/978-94-6239-687-6_22.
  6. Paten Indonesia IDP000092444, diberikan 5 Maret 2024; pemegang paten Universitas Gadjah Mada. Pangkalan data DJKI.

Halaman ini terakhir diubah pada 28 Oktober 2026. BysaPedia adalah ensiklopedia pribadi berisi profil Yarabisa Yanuar dan rekan-rekannya. Artikel ini disusun dari Bank Data Resume v2.3. BysaPedia bukan bagian dari ensiklopedia publik mana pun.